Selama ini, aku tinggal di negara yang aman, kaya, demokratis, dengan tempatnya yang indah-indah, dan orang-orangnya yang ramah-ramah. Dan aku bangga menjadi warga negara Indonesia.
Oh Tuhan, , , ternyata aku hanya bermimpi mengharapkan hal yang tak mungkin untuk negaraku. Ternyata negara yang aku bangga-banggakan selama ini kepada teman-temanku di luar negeri sana tinggal harapan yang tak mungkin. Bahkan aku takut, cucu-cucuku nanti yang akan menggantikan aku melindungi negara ini tidak akan bisa hidup.
Betapa tidak, negara yang aku kira aman, selama ini hanyalah bohong dan harapan belaka. Coba anda lihat diberita atau di koran. Tawuran antar mahasiswa, bentrok antara petugas keamanan yang seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat, dan banyak lagi. Sebenarnya negara ini juga kaya. Tapi tak tahu kenapa masih banyak saudara-saudaraku yang tidak dapat menikmati kekayaan negaranya sendiri. Masih banyak anak-anak terlantar, kepala keluarga yang bingung mencari pekerjaan, dan banyak lagi. Negara Demokratis??? Hmmm , , itu hanya kedok negaraku. Buktinya masih banyak pelanggaran dalam pemilu tahun ini. Money Politik, Golput dan masih ada banyak lagi contohnya. Jika memang mereka perduli akan nasib bangsa kita kedepan ini, kenapa mereka tidak ikut memilih dan kenapa mereka hanya tertarik dengan Money Politik!?
Negaraku memang indah, tapi aku yakin. Bahwa keindahan ini tidak akan bertahan lama jika kita semua tidak saling menjaga dan mengingatkan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Katanya, orang-orang di negaraku ramah-ramah. Tapi kenapa penduduk-penduduk negaraku selalu identik menyelesaikan masalah dengan kekerasan?. Negara Hukum???? aku tak yakin. Bayangkan saja, hukum di negara ini bisa dibeli bagi orang-orang yang punya uang. Coba anda lihat di TV atau baca berita di koran. Orang yang hanya mencuri bebek dihajar hingga ia hampir mati. Sedangkan mereka si tikus berdasi terus menggrogoti uang yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun negara kita yang tercinta ini.
Hmmm, , , aku tidak dapat benyak berbuat. Karena aku hanya "Wong Cilik" yang suaraku tidak dapat didengar dengan pejabat pemerintahan. Yah beginilah nasib orang seperti aku, anak pribumi yang suaranya tidak dapat didengar. Aku hanya bisa menyuarakan hatiku lewat tulisan-tulisanku ini.Aku hanya bisa berharap, semoga negaraku ini akan terus berjaya walupun harus berjuang dengan susah payah menjaganya.
Kamis, 23 April 2009
Selasa, 21 April 2009
Wanita-wanita pesisir pantai
Wanita-wanita berjiwa emas Terus berjalan mengayuh pedal sebuah benda besi yang sudah tak layak lagi untuk mereka gunakan. Akan tetapi mereka harus tetap berjalan mengayuh benda itu hingga ribuan kilo untuk dapat sampai di pertigaan jalan yang mereka tuju untuk memasarkan hasil tambang keluarga mereka. Mereka tak perduli akan dinginnya udara dini hari yang menyelimuti mereka dalam perjalanan. Dan mereka tak perduli akan gelapnya hari pada saat itu, ketika orang-orang sedang asyik menikmati mimpinya dalam tempat yang empuk. Mereka tak mau tahu akan bahaya udara pagi saat itu. Yang mereka pikirkan adalah jika mereka tidak melakukannya, bagaimana mereka akan makan hari itu. Walaupun pekembangan zaman telah berubah dengan pesatnya, tapi mereka akan selalu menjadi mereka yang seperti itu. Dan bahkan mungkin, mereka akan menjadi lebih buruk dari hari-hari kemarin. Dan dibalik penderitaan orang-orang itu, mereka yang duduk di kursi-kursi pemerintahan hanya bisa duduk berongkang-ongkang tanpa bekerja untuk mereka. Padahal orang-orang yangduduk di kursi pemerintahan itu bisa berada disitu karena wanita-wanita pesisir itu. Semoga dimasa-masa mendatang, kita akan benar-benar mendapatkan pemimpin yang bisa mendengarkan aspirasi rakyat.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)