Canda, tawa, dan cerianya, semua itu seolah menunjukkan betapa bahagianya anak itu. Tapi dibalik semua itu, tersimpan sejuta tanya. “ kemana ayahku?” “siapa ayahku?”. Dari pertanyaan itu, kita dapat menyimpulkan bahwa anak itu merupakan hasil yang tidak dikehendaki oleh ayah dan ibunya.
Hal ini merupakan sedikit contoh dari banyaknya kasus dunia remaja di Indonesia. Maraknya pergaulan bebas antar remaja merupakan hal yang dianggap biasa-biasa saja. Hal ini dapat kita lihat dari betapa banyaknya janin-janin yang tak bersalah yang tidak dapat menikmati hidupnya. Jika memang mereka hadir karena tidak dihendaki, kenapa sang ayah dan sang ibu harus melakukan hal yang dapat membuat janin-janin itu ada?.
Terkadang juga kita sering menemui anak-anak dari hasil yang tidak sah itu harus menanggung apa yang ayah dan ibunya lakukan. Sebenarnya siapa yang salah dalam hal ini?. Apakah mungkin anak-anak yang tak berdosa itu yang berbuat kesalahan?, sepertinya hanya orang-orang yang tidak mengerti persoalan ini yang mengatakan hal itu. Akan tetapi, jika sang ayah dan ibu yang bersalah, kenapa harus anak itu yang menanggung semua kesalah itu?.
Mungkin untuk menjalani hidup seorang yang memiliki cacat fisik lebih ringan ketimbang harus menjadi seorang yang memiliki cacat status. Akan tetapi kenapa kebanyakan orang malah mengejek anak-anak yang memiliki cacat status yang seharusnya butuh akan perhatian kita. Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa biasanya, anak-anak dari cacat status inilah yang bisa berhasil, karena mereka lebih prihatin.
Selasa, 19 Mei 2009
Jumat, 08 Mei 2009
Nasibku si Tukang Ais Sampah
Pria berbadan kurus kecil dan berkulit dekil itu terus berjalan menitikan jejak langkah kakinya diatas kerumunan sampah-sampah yang bau. Dengan mengenakan baju putih dekil, celana komprang hitam, topi jerami, dan tas dari karung goni yang selalu menemaninya mencari nafkah, ia terus berjalan dan mengais-ngais gundukan sampah. Baginya sampah adalah teman hidupnya yang selalu menemaninya. Bahkan sampah lebih setia dibandingkan dengan istrinya yang meninggalkannya 2 tahun silam. Karung goninya yang bau dan penuh dengan sampah itu membuatnya sedikit bisa menunjukkan senyumannya kepada orang-orang yang ia jumpai. Baginya bau sampah itu lebih enak dibandingkan dengan bau uang ataupun keju.
Sebenarnya dia ingin mencoba untuk hidup lebih layak seperti kebanyakan orang. Tapi apalah daya pria yang hanya bisa duduk di bangku SD itu. Setiap kali ia mencoba mencari pekerjaan, ia selalu ditolak dengan sadis. Sesungguhnya para pemulung itu lebih berjasa dibandingkan dengan para pejabat-pejabat kita yang tidak perduli dengan rakyat. Karena pemulung itu, sampah-sampah kita yang tidak perlu bisa didaur ulang. Yah,,, inilah bangsaku. Kedudukan hanya bisa dilihat dari tittle dan pendidikan. Pria itu hanyalah sedikit dari banyak contoh betapa susahnya orang yang miskin di negeri kita ini. Anak pribumi tidak akan mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. Mungkin benar kata kebanyakan orang. “yang miskin akan tambah miskin, dan yang kaya akan tambah kaya”. Sesungguhnya gelandangan dan pengemis itu tidak timbul karena sendirinya. Tapi mereka timbul karena memang sengaja dibuat. Seandainya alokasi bantuan dana BLT tidak nyangkut sana sini, mungkin saja bangsa kita ini bisa sejahtera. Tapi semua itu tidak akan pernah terjadi selagi KKN masih dimana-mana.
Sebenarnya dia ingin mencoba untuk hidup lebih layak seperti kebanyakan orang. Tapi apalah daya pria yang hanya bisa duduk di bangku SD itu. Setiap kali ia mencoba mencari pekerjaan, ia selalu ditolak dengan sadis. Sesungguhnya para pemulung itu lebih berjasa dibandingkan dengan para pejabat-pejabat kita yang tidak perduli dengan rakyat. Karena pemulung itu, sampah-sampah kita yang tidak perlu bisa didaur ulang. Yah,,, inilah bangsaku. Kedudukan hanya bisa dilihat dari tittle dan pendidikan. Pria itu hanyalah sedikit dari banyak contoh betapa susahnya orang yang miskin di negeri kita ini. Anak pribumi tidak akan mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. Mungkin benar kata kebanyakan orang. “yang miskin akan tambah miskin, dan yang kaya akan tambah kaya”. Sesungguhnya gelandangan dan pengemis itu tidak timbul karena sendirinya. Tapi mereka timbul karena memang sengaja dibuat. Seandainya alokasi bantuan dana BLT tidak nyangkut sana sini, mungkin saja bangsa kita ini bisa sejahtera. Tapi semua itu tidak akan pernah terjadi selagi KKN masih dimana-mana.
Kamis, 23 April 2009
Indonesiaku Sayang, Indonesiaku Malang
Selama ini, aku tinggal di negara yang aman, kaya, demokratis, dengan tempatnya yang indah-indah, dan orang-orangnya yang ramah-ramah. Dan aku bangga menjadi warga negara Indonesia.
Oh Tuhan, , , ternyata aku hanya bermimpi mengharapkan hal yang tak mungkin untuk negaraku. Ternyata negara yang aku bangga-banggakan selama ini kepada teman-temanku di luar negeri sana tinggal harapan yang tak mungkin. Bahkan aku takut, cucu-cucuku nanti yang akan menggantikan aku melindungi negara ini tidak akan bisa hidup.
Betapa tidak, negara yang aku kira aman, selama ini hanyalah bohong dan harapan belaka. Coba anda lihat diberita atau di koran. Tawuran antar mahasiswa, bentrok antara petugas keamanan yang seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat, dan banyak lagi. Sebenarnya negara ini juga kaya. Tapi tak tahu kenapa masih banyak saudara-saudaraku yang tidak dapat menikmati kekayaan negaranya sendiri. Masih banyak anak-anak terlantar, kepala keluarga yang bingung mencari pekerjaan, dan banyak lagi. Negara Demokratis??? Hmmm , , itu hanya kedok negaraku. Buktinya masih banyak pelanggaran dalam pemilu tahun ini. Money Politik, Golput dan masih ada banyak lagi contohnya. Jika memang mereka perduli akan nasib bangsa kita kedepan ini, kenapa mereka tidak ikut memilih dan kenapa mereka hanya tertarik dengan Money Politik!?
Negaraku memang indah, tapi aku yakin. Bahwa keindahan ini tidak akan bertahan lama jika kita semua tidak saling menjaga dan mengingatkan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Katanya, orang-orang di negaraku ramah-ramah. Tapi kenapa penduduk-penduduk negaraku selalu identik menyelesaikan masalah dengan kekerasan?. Negara Hukum???? aku tak yakin. Bayangkan saja, hukum di negara ini bisa dibeli bagi orang-orang yang punya uang. Coba anda lihat di TV atau baca berita di koran. Orang yang hanya mencuri bebek dihajar hingga ia hampir mati. Sedangkan mereka si tikus berdasi terus menggrogoti uang yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun negara kita yang tercinta ini.
Hmmm, , , aku tidak dapat benyak berbuat. Karena aku hanya "Wong Cilik" yang suaraku tidak dapat didengar dengan pejabat pemerintahan. Yah beginilah nasib orang seperti aku, anak pribumi yang suaranya tidak dapat didengar. Aku hanya bisa menyuarakan hatiku lewat tulisan-tulisanku ini.Aku hanya bisa berharap, semoga negaraku ini akan terus berjaya walupun harus berjuang dengan susah payah menjaganya.
Oh Tuhan, , , ternyata aku hanya bermimpi mengharapkan hal yang tak mungkin untuk negaraku. Ternyata negara yang aku bangga-banggakan selama ini kepada teman-temanku di luar negeri sana tinggal harapan yang tak mungkin. Bahkan aku takut, cucu-cucuku nanti yang akan menggantikan aku melindungi negara ini tidak akan bisa hidup.
Betapa tidak, negara yang aku kira aman, selama ini hanyalah bohong dan harapan belaka. Coba anda lihat diberita atau di koran. Tawuran antar mahasiswa, bentrok antara petugas keamanan yang seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat, dan banyak lagi. Sebenarnya negara ini juga kaya. Tapi tak tahu kenapa masih banyak saudara-saudaraku yang tidak dapat menikmati kekayaan negaranya sendiri. Masih banyak anak-anak terlantar, kepala keluarga yang bingung mencari pekerjaan, dan banyak lagi. Negara Demokratis??? Hmmm , , itu hanya kedok negaraku. Buktinya masih banyak pelanggaran dalam pemilu tahun ini. Money Politik, Golput dan masih ada banyak lagi contohnya. Jika memang mereka perduli akan nasib bangsa kita kedepan ini, kenapa mereka tidak ikut memilih dan kenapa mereka hanya tertarik dengan Money Politik!?
Negaraku memang indah, tapi aku yakin. Bahwa keindahan ini tidak akan bertahan lama jika kita semua tidak saling menjaga dan mengingatkan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Katanya, orang-orang di negaraku ramah-ramah. Tapi kenapa penduduk-penduduk negaraku selalu identik menyelesaikan masalah dengan kekerasan?. Negara Hukum???? aku tak yakin. Bayangkan saja, hukum di negara ini bisa dibeli bagi orang-orang yang punya uang. Coba anda lihat di TV atau baca berita di koran. Orang yang hanya mencuri bebek dihajar hingga ia hampir mati. Sedangkan mereka si tikus berdasi terus menggrogoti uang yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun negara kita yang tercinta ini.
Hmmm, , , aku tidak dapat benyak berbuat. Karena aku hanya "Wong Cilik" yang suaraku tidak dapat didengar dengan pejabat pemerintahan. Yah beginilah nasib orang seperti aku, anak pribumi yang suaranya tidak dapat didengar. Aku hanya bisa menyuarakan hatiku lewat tulisan-tulisanku ini.Aku hanya bisa berharap, semoga negaraku ini akan terus berjaya walupun harus berjuang dengan susah payah menjaganya.
Selasa, 21 April 2009
Wanita-wanita pesisir pantai
Wanita-wanita berjiwa emas Terus berjalan mengayuh pedal sebuah benda besi yang sudah tak layak lagi untuk mereka gunakan. Akan tetapi mereka harus tetap berjalan mengayuh benda itu hingga ribuan kilo untuk dapat sampai di pertigaan jalan yang mereka tuju untuk memasarkan hasil tambang keluarga mereka. Mereka tak perduli akan dinginnya udara dini hari yang menyelimuti mereka dalam perjalanan. Dan mereka tak perduli akan gelapnya hari pada saat itu, ketika orang-orang sedang asyik menikmati mimpinya dalam tempat yang empuk. Mereka tak mau tahu akan bahaya udara pagi saat itu. Yang mereka pikirkan adalah jika mereka tidak melakukannya, bagaimana mereka akan makan hari itu. Walaupun pekembangan zaman telah berubah dengan pesatnya, tapi mereka akan selalu menjadi mereka yang seperti itu. Dan bahkan mungkin, mereka akan menjadi lebih buruk dari hari-hari kemarin. Dan dibalik penderitaan orang-orang itu, mereka yang duduk di kursi-kursi pemerintahan hanya bisa duduk berongkang-ongkang tanpa bekerja untuk mereka. Padahal orang-orang yangduduk di kursi pemerintahan itu bisa berada disitu karena wanita-wanita pesisir itu. Semoga dimasa-masa mendatang, kita akan benar-benar mendapatkan pemimpin yang bisa mendengarkan aspirasi rakyat.
Jumat, 27 Maret 2009
About Bengkulu
Bengkulu, Provinsi kecil di bagian Barat Indonesia. Provinsi Bengkulu merupaka provinsi pemekaran dari Provinsi Sumatra Selatan. Kota yang memiliki sejarah panjang dalam pembentukannya.Bengkulu merupakan Provinsi yang kaya akan Kandungan Emasnya. Dan Konon Bengkulu adalah satu-satunya Provinsi yang banyak berkorban dalam pembangunan MONAS (monumen Nasional). Emas Beratus-ratus kilo yang disumbangkan secara cuma-cuma kepada MONAS itu dari Provinsi yang Miskin ini. Tapi, sayang dan sangat disayangkan, Provinsi ini seolah-olah terlupakan oleh Pemerintah Pusat maupun Masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya anak-anak jalanan di kota kecil ini, Infrastruktur yang kurang memadai, dan banyak lagi. Bengkulu memiliki potensi alam yang melimpah dan keindahan alamnya yang memukau.
Jika anda mengunjungi Bengkulu, anda akan menyaksikan betapa indahnya pantai-pantai di Bengkulu ini. Selain itu anda juga akan menemukan tempat pemandian Air Panas di bagian Utara Provinsi ini. Anda juga tidak perlu khawatir tentang penginapan di sini. Di bengkulu banyak terdapat hotel-hotel dengan biaya penginapan yang terjangkau dengan fasilitas-fasilitas yang cukup memadai. Jadi pilihan tepat jika anda berlibur ke Provinsi Miskin yang memiliki potensi alam yang indah ini.
Jika anda mengunjungi Bengkulu, anda akan menyaksikan betapa indahnya pantai-pantai di Bengkulu ini. Selain itu anda juga akan menemukan tempat pemandian Air Panas di bagian Utara Provinsi ini. Anda juga tidak perlu khawatir tentang penginapan di sini. Di bengkulu banyak terdapat hotel-hotel dengan biaya penginapan yang terjangkau dengan fasilitas-fasilitas yang cukup memadai. Jadi pilihan tepat jika anda berlibur ke Provinsi Miskin yang memiliki potensi alam yang indah ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)