Selasa, 21 April 2009

Wanita-wanita pesisir pantai

Wanita-wanita berjiwa emas Terus berjalan mengayuh pedal sebuah benda besi yang sudah tak layak lagi untuk mereka gunakan. Akan tetapi mereka harus tetap berjalan mengayuh benda itu hingga ribuan kilo untuk dapat sampai di pertigaan jalan yang mereka tuju untuk memasarkan hasil tambang keluarga mereka. Mereka tak perduli akan dinginnya udara dini hari yang menyelimuti mereka dalam perjalanan. Dan mereka tak perduli akan gelapnya hari pada saat itu, ketika orang-orang sedang asyik menikmati mimpinya dalam tempat yang empuk. Mereka tak mau tahu akan bahaya udara pagi saat itu. Yang mereka pikirkan adalah jika mereka tidak melakukannya, bagaimana mereka akan makan hari itu. Walaupun pekembangan zaman telah berubah dengan pesatnya, tapi mereka akan selalu menjadi mereka yang seperti itu. Dan bahkan mungkin, mereka akan menjadi lebih buruk dari hari-hari kemarin. Dan dibalik penderitaan orang-orang itu, mereka yang duduk di kursi-kursi pemerintahan hanya bisa duduk berongkang-ongkang tanpa bekerja untuk mereka. Padahal orang-orang yangduduk di kursi pemerintahan itu bisa berada disitu karena wanita-wanita pesisir itu. Semoga dimasa-masa mendatang, kita akan benar-benar mendapatkan pemimpin yang bisa mendengarkan aspirasi rakyat.

1 komentar:

  1. tema yang bagus untuk digarap. Coba lebih detail lagi deskripsinya pasti jadi menyentuh. Artikel jenis ini (human interest) akan lebih menohok lagi bila dikasih foto yang bagus dari sosok yang jadi obyek tulisan. Ayo nulis terus. Satu minggu satu tulisan. Apapun itu tuliskan saja. Think, write and publish.
    Bravo untuk anak muda yang mau serius mengasah kepeduliannya. Selamat datang di dunia ide,dunia kreatifitas tanpa batas.

    BalasHapus