Canda, tawa, dan cerianya, semua itu seolah menunjukkan betapa bahagianya anak itu. Tapi dibalik semua itu, tersimpan sejuta tanya. “ kemana ayahku?” “siapa ayahku?”. Dari pertanyaan itu, kita dapat menyimpulkan bahwa anak itu merupakan hasil yang tidak dikehendaki oleh ayah dan ibunya.
Hal ini merupakan sedikit contoh dari banyaknya kasus dunia remaja di Indonesia. Maraknya pergaulan bebas antar remaja merupakan hal yang dianggap biasa-biasa saja. Hal ini dapat kita lihat dari betapa banyaknya janin-janin yang tak bersalah yang tidak dapat menikmati hidupnya. Jika memang mereka hadir karena tidak dihendaki, kenapa sang ayah dan sang ibu harus melakukan hal yang dapat membuat janin-janin itu ada?.
Terkadang juga kita sering menemui anak-anak dari hasil yang tidak sah itu harus menanggung apa yang ayah dan ibunya lakukan. Sebenarnya siapa yang salah dalam hal ini?. Apakah mungkin anak-anak yang tak berdosa itu yang berbuat kesalahan?, sepertinya hanya orang-orang yang tidak mengerti persoalan ini yang mengatakan hal itu. Akan tetapi, jika sang ayah dan ibu yang bersalah, kenapa harus anak itu yang menanggung semua kesalah itu?.
Mungkin untuk menjalani hidup seorang yang memiliki cacat fisik lebih ringan ketimbang harus menjadi seorang yang memiliki cacat status. Akan tetapi kenapa kebanyakan orang malah mengejek anak-anak yang memiliki cacat status yang seharusnya butuh akan perhatian kita. Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa biasanya, anak-anak dari cacat status inilah yang bisa berhasil, karena mereka lebih prihatin.
Selasa, 19 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar